Morning Sickness: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi (Lengkap)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

cara-mengatasi-morning-sickness-doktersehat

DokterSehat.Com – Morning sickness adalah hal yang biasa terjadi pada wanita hamil. Sebagian besar wanita hamil mengalami morning sickness walaupun ada juga beberapa wanita yang tidak mengalaminya selama masa kehamilan.

Apakah Anda termasuk salah satu wanita hamil yang mengalami morning sickness? Jika ya, maka simaklah penjelasan mengenai apa itu morning sickness, penyebab, gejala, diagnosis, dan cara mengatasi morning sickness.

Apa itu morning sickness?

Morning sickness adalah kondisi mual dan muntah yang terjadi selama kehamilan. Pada umumnya, morning sickness terjadi selama trimester awal yakni sejak minggu ke-6 hingga minggu ke-12 kehamilan.

Meskipun namanya adalah ‘morning sickness’ tetapi kondisi ini bisa terjadi kapan pun selain di pagi hari. Umumnya, morning sickness akan berkurang dan hilang ketika usia kandungan Anda menginjak trimester kedua.

Ibu hamil yang sedang mengalaminya tidak perlu cemas karena morning sickness yang masih normal tidak akan membahayakan kesehatan Anda dan janin. Banyak dokter yang mengatakan wanita yang mengalami morning sickness (normal) adalah hal yang positif.

Pasalnya, morning sickness artinya plasenta Anda sedang berkembang dengan baik. Hal yang perlu dicemaskan adalah ketika Anda mengalami morning sickness berlebih, yaitu terlalu sering mual dan muntah, hingga membuat tubuh sangat lemas.

Baca Juga: Benarkah Morning Sickness Pertanda IQ Anak Tinggi?

Apabila kondisi morning sicknessnya seperti itu, maka itu bisa membahayakan Anda dan kondisi janin. Istilah medis untuk morning sickness yang tidak normal tersebut adalah hiperemesis gravidarum.

Para ibu hamil yang mengalami morning sickness parah perlu segera berkonsultasi dengan dokter. Hal ini dikarenakan hiperemesis gravidarum bisa membuat Anda mengalami dehidrasi dan kurang asupan gizi, sehingga memengaruhi tumbuh kembang janin.

Penyebab morning sickness

Penyebab morning sickness masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa hal yang berperan menjadi penyebab morning sickness.

Berikut ini adalah beberapa hal yang berperan menyebabkan morning sickness:

1. Perubahan hormon kehamln

Selama kehamilan, para wanita mengalami perubahan beberapa jenis hormon. Hormon-hormon tersebut dikenal dengan hormon kehamilan, yakni hormon estrogen, hormon progesteron, dan hormon hCG (human chorionic gonadotropin).

Hormon estrogen dan hormon progesteron pada wanita hamil akan meningkat hingga 100 kali lipat. Peningkatan hormon ini dicurigain memiliki kontribusi terhadap produksi asam lambung yang merangsang munculnya mual.

Adanya hormon hCG yang merupakan tanda kemunculan embrio di dalam rahim memiliki peran terhadap morning sickness. Perubahan hormon kehamilan juga biasanya memengaruhi sensitivitas indera penciuman ibu hamil, sehingga bisa memicu mual.

2. Perubahan fisiologis selama kehamilan

Selain itu, perubahan fisiologis selama kehamilan juga turut berperan. Beberapa perubahan fisiologis selama kehamilan tersebut seperti tekanan darah, metabolisme karbohidrat, dan perubahan fisik.

3. Masalah kesehatan (pada morning sickness parah)

Masalah kesehatan bisa memperparah morning sickness. Penyakit hati atau masalah tiroid dikaitkan dengan kejadian hiperemesis gravidarum.

4. Respons tubuh untuk melindungi janin

Ada pendapat yang mengatakan bahwa morning sickness merupakan respons tubuh untuk melindungi janin dari zat-zat yang beracun. Paparan racun yang berbahaya bisa saja menyelinap ke dalam tubuh tanpa disadari.

Tentu saja hal tersebut bisa mengganggu tumbuh kembang janin Anda. Terlebih, masa-masa trimester pertama adalah masa kehamilan yang cukup rentan bagi tumbuh kembang janin. Dengan merasakan mual dan muntah, maka paparan zat beracun tersebut bisa segera terbuang. Janin dan kehamilan Anda pun tetap dalam kondisi baik.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait