Berikut ini adalah beberapa faktor risiko morning sickness
- Menggunakan pil KB
- Riwayat mual dan muntah karena aroma atau rasa tertentu sebelum hamil
- Mengalami migrain sebelum hamil
- Ibu yang mengandung bayi kembar
- Riwayat morning sickness pada kehamilan sebelumnya
Gejala morning sickness
Ada ciri ciri morning sickness yang perlu diketahui para wanita yang sedang mengandung. Gejala morning sickness ini bisa saja bervariasi antar wanita hamil.
Berikut ini adalah beberapa gejala morning sickness:
- Mual dan muntah terutama di pagi hari
- Merasa mual setiap mencium aroma tertentu
- Perubahan warna urin
- Perubahan kebiasaan buang air kecil (sedikit, jarang, atau malah beser)
- Sering pusing
- Merasa lemas
- Jantung berdetak kencang
- Pingsan
Kapan harus ke dokter?
Segeralah ke dokter kandungan atau bidan terdekat jika Anda mengalami beberapa ciri-ciri morning sickness di atas. Hal tersebut juga penting untuk memastikan morning sickness yang Anda alami normal atau parah.
Diagnosis morning sickness
Diagnosis morning sickness biasanya dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri atau gejalanya. Apabila Anda masih belum mengetahui hamil atau tidak, maka dokter akan mengecek dengan test pack.
Pemeriksaan dengan ultrasound (USG) juga dilakukan untuk melihat adanya janin dan jumlahnya di dalam rahim Anda. Jika dokter mencurigai morning sickness yang Anda alami menjurus ke hiperemesis gravidarum, maka dokter akan melakukan melakukan tes urin dan tes darah.
Komplikasi morning sickness
Morning sickness yang normal biasanya tidak menimbulkan komplikasi pada janin atau diri Anda sendiri. Akan tetapi, morning sickness parah (hiperemesis gravidarum) sering kali menimbulkan beberapa komplikasi jika tidak segera ditangani.
Berikut ini adalah beberapa komplikasi morning sickness yang parah jika tidak ditangani:
- Sedikit atau jarang makan
- Sering lapar
- Kurang asupan gizi
- Kekurangan cairan
- Hipokalemia
- Elektrolit tidak seimbang
- Gangguan buang air kecil
- Penurunan berat badan
- Janin berisiko BBLR (berat bayi lahir rendah, yakni <2500 gram)
- Bayi cenderung memiliki imunitas rendah
Cara mengatasi morning sickness
Meskipun morning sickness yang normal tidak menimbulkan komplikasi, tetapi gejalanya bisa membuat Anda kewalahan. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan beberapa hal untuk mengurangi gejala morning sickness, sehingga tidak terlalu ‘menderita’.
Inilah beberapa cara mengatasi morning sickness yang normal:
- Memperbanyak asupan cairan
- Mengonsumsi jahe (wedang, permen, dan bentuk olahan lain)
- Istirahat
- Mengatur pikiran dan emosi
- Mengongsumsi makanan sesuai kecukupan gizi ibu hamil
- Selalu menyiapkan cemilan jika tiba-tiba merasa lapar
- Menghindari pemicu mual (aroma, rasa, dan lainnya)
- Mengonsumsi vitamin dan suplemen kehamilan
- Menggunakan obat pereda mual yang aman bagi ibu hamil (sesuai resep dokter)
- Pijat ibu hamil
Apabila Anda mengalami morning sickness yang parah, maka penanganannya dengan menerima perawatan medis, yaitu rawat inap. Anda akan diberikan cairan parenteral (infus) dan beberapa obat-obatan agar kondisi Anda membaik.
Sumber:
- MayoClinic: Morning Sickness. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/morning-sickness/symptoms-causes/syc-20375254 [diakses pada 11 Juli 2019]
- VictoriaStateGov: Pregnancy – morning sickness. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/pregnancy-morning-sickness [diakses pada 11 Juli 2019]
- WebMD: Morning Sickness. https://www.webmd.com/baby/guide/morning-sickness-pregnant [diakses pada 11 Juli 2019]
- MedicalNewsToday: What is morning sickness and how can I treat it? Christian Nordqvist. 2017. https://www.medicalnewstoday.com/articles/179633.php [diakses pada 11 Juli 2019]
Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.












