-
Tidak lagi merokok
Salah satu penyebab tingginya kasus tekanan darah tinggi dan masalah pada jantung di Indonesia adalah karena masih banyak orang yang merokok. Hal ini disebabkan oleh kandungan beracun di dalam asap rokok yang terbukti mampu merusak pembuluh darah dan bisa meningkatkan tekanan darah.
Tak hanya perokok aktif, mereka yang sering terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif juga rentan mengalami masalah kesehatan yang sama. Karena alasan inilah sebaiknya memang kita menghindari asap rokok demi menjaga kesehatan.
-
Kurangi kebiasaan kerja lembur
Karena faktor banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan atau karena ingin mendapatkan penghasilan yang lebih besar, banyak orang yang sering melakukan kerja lembur. Padahal, jika kita bekerja lebih dari 40 jam setiap minggu, maka risiko terkena hipertensi bisa meningkat hingga 14 persen!
Fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, AS. Para peneliti menyebut kebiasaan bekerja lembur akan membuat kita menjadi kurang gerak, tidak menerapkan pola makan yang sehat, dan lebih jarang berolahraga. Hormon stres juga akan semakin tinggi jumlahnya dalam tubuh. Padahal, hormon ini bisa meningkatkan tekanan darah dengan signifikan.
-
Kurangi konsumsi kafein
Minum kopi yang memiliki kandungan kafein memang bisa memberikan kenikmatan luar biasa, namun jika kita meminumnya lebih dari 3 cangkir sehari, dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko terkena hipertensi.
-
Jaga berat badan
Dengan menjaga berat badan tetap ideal, maka sirkulasi darah akan berjalan dengan lebih lancar dan akhirnya membuat tekanan darah tetap terjaga di angka yang normal.
Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.












