- Wanita dewasa
- Ras kulit putih (Eropa Utara) dan keturunannya
- Sering terpapar sinar matahari
- Berusia antara 30-50 tahun
- Memiliki kebiasaan merokok
- Riwayat keluarga Rosacea
- Memiliki banyak jerawat, terlebih bila parah
Ada beberapa hal yang bisa memicu Rosacea menjadi lebih buruk. Hindarilah beberapa hal tersebut. Inilah beberapa pemicu yang bisa membuat Rosacea semakin buruk:
- Makanan atau minuman panas
- Makanan pedas
- Minuman berkafein
- Susu dan produk turunannya
- Suhu ekstrim
- Berjemur di bawah terik matahari
- Stres, cemas, marah, malu
- Olahraga berat dan intensitas tinggi
- Mandi air panas
- Pemakaian obat kortikosteroid
- Mengonsumsi alkohol
Gejala Rosacea
Gejala yang umum terjadi pada kebanyakan penderita Rosacea adalah kulit kemerahan. Namun, setiap jenis Rosacea memiliki beberapa gejala yang khas.
Inilah beberapa gejala Rosacea berdasarkan jenisnya:
1. Gejala Erythematotelangiectatic Rosacea
Inilah beberapa gejala Erythematotelangiectatic Rosacea:
- Kulit wajah kemerahan di bagian tertentu
- Pembuluh darah di wajah terlihat
- Kulit membengkak
- Kulit menjadi sensitif
- Sensasi terbakar atau tersengat
- Kulit kering dan bersiisk
- Kulit wajah mudah memerah
2. Gejala Papulopustular Rosacea
Beberapa gejala Papulopustular Rosacea atau yang biasa disebut acne Rosacea:
- Terdapat banyak bintil kecil seperti jerawat
- Pembuluh darah di wajah terlihat
- Kulit bermintak
- Ada sensasi terbakar atau tersengat
- Kulit wajah bermintak
- Timbul bercak-bercak di kulit
3. Gejala Rhinophyma Rosacea
Tipe Rhinophyma Rosacea terdiri dari:
- Penebalan kulit terutama di bagian hidung dan diikuti di bagian lain
- Tekstur kulit bergelombang
- Nampak pembuluh darah yang pecah
- Pori-pori wajah membesar
- Kulit wajah berminyak
4. Gejala Okular Rosacea
Beberapa gejala Okular Rosacea:
- Kulit memerah
- Mata sangat kering dan gatal
- Mata sensitif terhadap cahaya
- Mata terasa seperti berpasir
- Mata terasa terbakar atau tersengat
- Terlihat pembuluh darah pecah di kelopak mata
- Terdapat kista pada kelopak mata
- Penurunan ketajaman penglihatan
Diagnosis Rosacea
Ada tindakan tertentu yang akan dilakukan oleh dokter untuk menegakkan diagnosis Rosacea. Dokter akan mendiagnosis Rosacae dengan menggali informasi kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik kulit.
Jika diperlukan, pasien akan menjalani beberapa tes untuk mengeliminasi kemungkinan masalah dermatitis lainnya, seperti jerawat, eksim, alergi, psoriasis, dan lainnya. Apabila pasien mengalami Okular Rosacea, maka pemeriksaan mata perlu dilakukan.
Komplikasi Rosacea
Penderita Rosacea yang tidak segera menanganinya bisa mengalami beberapa komplikasi tertentu. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya:
- Pembesaran kelenjar minyak di wajah
- Gangguan penglihatan pada Okular Rosacea
- Perasaan frustrasi dan malu
- Takut dan khawatir setiap kali ingin mengonsumsi atau menerapkan sesuatu karena bisa menjadi pemicu
- Kurang percaya diri
- Sulit mendapatkan pekerjaan atau bertahan di kantor
- Depresi atau gangguan mental lainnya
Pengobatan Rosacea
Belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit Rosacea. Namun, meskipun tidak ada obat Rosacea, penderita tetap harus melakukan beberapa perawatan tertentu guna meredakan gejalanya agar tidak semakin buruk.
Inilah beberapa tindakan pengobatan bagi para penderita Rosacea:
1. Penggunaan obat Rosacea
Ada beberapa jenis obat Rosacea yang bersifat simptomatik, yaitu hanya meredakan gejalanya dan bukan menyembuhkan penyakitnya. Obat Rosacea (simptomatik) bisa berbentuk topikal dan oral.
Pada bentuk sediaan topikal, yaitu dalam bentuk gel. Cara menggunakannya dengan menerapkan di wajah. Ada obat yang bermanfaat untuk mengecilkan pembuluh darah dan ada pula obat untuk meredakan kulit kemerahan dan jerawat.
Obat oral yang digunakan adalah antibiotik yang bermanfaat untuk membunuh bakteri tertentu yang terkait dengan kejadian Rosacea, seperti bakteri H.pylori atau bakteri penyebab jerawat berlebih.
2. Terapi laser
Gejala Rosacea juga bisa diredakan dengan menempuh tindakan laser. Terapi laser bisa membantu mengurangi kemerahan pada kulit akibat pembuluh darah yang membesar.
Pencegahan Rosacea
Rosacea tidak bisa dicegah karena penyebabnya pun belum diketahui secara pasti. Hal yang bisa Anda lakukan adalah mencegah Rosacea berkembang semakin buruk, yaitu dengan segera melakukan beberapa perawatan dan menghindari pemicu agar penyakit Rosacea tidak berkembang semakin buruk.
Sumber:
- MayoClinic: Rosacea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rosacea/symptoms-causes/syc-20353815 [diakses pada 16 Juli 2019]
- AAD: ROSACEA: SIGNS AND SYMPTOMS. https://www.aad.org/public/diseases/acne-and-rosacea/rosacea#symptoms [diakses pada 16 Juli 2019]
- MedicalNewsToday: What is rosacea? Christian Nordqvist. 2017. https://www.medicalnewstoday.com/articles/160281.php [diakses pada 16 Juli 2019]
- MayoClinic: Rosacea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rosacea/diagnosis-treatment/drc-20353820 [diakses pada 16 Juli 2019]
- WebMD: What Is Rosacea? https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-rosacea-basics#1 [diakses pada 16 Juli 2019]
- Healthline: Rosacea: Types, Causes, and Remedies. https://www.healthline.com/health/skin/rosacea#types [diakses pada 16 Juli 2019]
- NHS: Rosacea. https://www.nhs.uk/conditions/rosacea/ [diakses pada 16 Juli 2019]
- CanadianDermatologyAssociation: Rosacea. https://dermatology.ca/public-patients/skin/rosacea/ [diakses pada 16 Juli 2019]
- MedicineNet: Rosacea. Gary W. https://www.medicinenet.com/rosacea/article.htm#rosacea_facts [diakses pada 16 Juli 2019]
Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.






