Misteri dan Keindahan Sungai Batanghari dalam Lintasan Zaman

Sungai Batanghari, sejarah panjang yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat serta perkembangan peradaban di wilayah Jambi. (Foto: Ist)

JAMBI – Sungai Batanghari merupakan sungai terpanjang di Sumatera dengan panjang sekitar 800 kilometer. Sungai ini mengalir dari hulu di Gunung Rasan, Provinsi Sumatera Barat, hingga ke hilir di Muara Sabak, Provinsi Jambi, sebelum bermuara ke Laut Cina Selatan.

Sungai Batanghari memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat serta perkembangan peradaban di wilayah Jambi dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Sejak zaman dahulu, Sungai Batanghari telah menjadi jalur transportasi utama bagi masyarakat Jambi. Pada masa kerajaan Melayu Kuno dan Kerajaan Sriwijaya, sungai ini berperan sebagai jalur perdagangan dan pusat kegiatan ekonomi.

Kerajaan Melayu Jambi yang berkembang pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi juga bergantung pada sungai ini sebagai jalur utama untuk perdagangan emas, rempah-rempah, dan hasil bumi lainnya. Bahkan, pada masa Kesultanan Jambi, Sungai Batanghari tetap menjadi urat nadi perekonomian dan penyebaran budaya Islam.

Baca Juga:  Kebersamaan Polda Jambi dan TNI dalam Perayaan Natal 2024 di Swiss-Belhotel

Masyarakat setempat memiliki berbagai legenda yang berkaitan dengan asal usul Sungai Batanghari. Salah satu legenda yang terkenal adalah kisah seorang raja sakti yang memiliki dua anak lelaki.

Kedua anak tersebut bertikai memperebutkan kekuasaan, sehingga sang raja mengutuk wilayah tempat mereka bertikai menjadi sebuah sungai yang besar. Sungai tersebut kemudian dinamakan Batanghari, yang berarti “batang air besar” dalam bahasa setempat.

Sungai Batanghari tidak hanya memiliki nilai sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna. Di sepanjang aliran sungai ini, terdapat hutan rawa, ekosistem mangrove, serta berbagai spesies ikan seperti ikan tapah dan ikan baung yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait