Portalone.net – Supaya kendaraan tetap dalam keadaan prima pada saat digunakan jangan lupa untuk mengganti oli sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Sebagian besar pemilik kendaraan bermotor masih bingung menentukan kapan sebaiknya mengganti oli kendaraan bermotor yang dimiliki. Padahal, oli sangat berperan menjadi pelindung utama mesin dari panas dan gesekan selama penggunaan. Selama kendaraan beroperasional, oli akan mengalami proses alami seperti oksidasi, penguapan, dan terkontaminasi oleh sisa pembakaran kendaraan dan ketika masa pakainya sudah habis, kemampuan oli untuk melindungi komponen mesin pun berkurang.
Untuk membantu pemilik kendaraan menjaga kondisi kendaraannya tetap prima, ada beberapa tips untuk mengenali kapan oli kendaraan harus segera diganti serta bagaimana memperpanjang masa pakainya supaya mesin tetap optimal dalam beroperasional.
Secara umum, penggantian oli dilakukan setiap 2.000-3.000 kilometer untuk kendaraan roda 2 (motor) dan 5.000-15.000 kilometer untuk kendaraan roda 4 (mobil), tetapi patokan ini tidak bersifat mutlak, dan dapat berubah tergantung pada jenis pelumas yang digunakan (mineral, semi-sintetik, atau full synthetic), performa level suatu pelumas, penggunaan bahan bakar yang tepat dan sesuai dengan rekomendasi pabrikan serta waktu perawatan kendaraan secara teratur.
Rentang waktu penggantian oli tidak hanya bergantung pada jarak tempuh, tapi juga pada kemampuan pelumas menghadapi beban dari mesin kendaraan pada saat berjalan dengan kondisi jalan seperti debu dan kemacetan. Sebagai contoh oli full synthetic umumnya memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan jenis mineral. Oleh karena itu sangat penting bagi pengendara untuk memahami karakteristik oli yang digunakan agar bisa menyesuaikan jadwal penggantian tepat waktu.
Selain menggunakan jarak sebagai acuan, ada sejumlah tanda yang bisa menjadi indikator jika oli perlu segera diganti:
1. Suara mesin kendaraan kasar atau berdengung
Semakin sering pemakaian kendaraan, lapisan oli di antara komponen logam menjadi lebih tipis. Gesekan pun meningkat, membuat suara mesin terdengar lebih keras atau kasar.













