“Saya terima kasih kepada Kapolri merespons keinginan masyarakat merespons apa yang sudah disampaikan oleh teman-teman wartawan,” lanjut dia.
Sementara itu ayah Gamma, Andi Prabowo berharap kasus ini tetap dikawal bersama agar dapat diusut tuntas hingga Robig dan pihak yang terlibat mendapat ganjaran setimpal.
“Terima kasih ke media, pencopotan yang sudah diturunkan. Tapi kalau memang perlu yang lain mungkin bisa dievaluasi lagi,” tutur Andi.
Kemudian menanggapi rekontruksi, dia mengaku masih ada hal yang membuatnya jengkel karena Robig sempat mengeyel dan berdebat dengan saksi korban yang hadir.
Penembakan terhadap Gamma terjadi pada Minggu (24/11/2024). Sehari setelah kejadian, Kombes Irwan mengataka bahwa Robig melepaskan tembakan untuk melerai tawuran. Gamma, menurut Irwan, adalah salah satu pelaku tawuran.
Namun beberapa hari setelahnya, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Aris Supriyono mengungkapkan, Robig melepaskan tembakan bukan untuk membubarkan taawuran.
Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan internal Propam Polda Jateng terhadap Aipda Robig atas tindakannya yang menewaskan Gamma.
“Penembakan yang dilakukan terduga pelanggar tidak terkait dengan pembubaran tawuran yang sebelumnya terjadi,” ujar Aris dalam rapat dengar pendapat umum bersama Komisi III DPR RI, Selasa (3/12/2024).
Menurut Aris, Robig merasa dipepet Gamma dan rekan-rekannya yang juga mengendarai sepeda motor. (*)







