Portalone.net – Situasi pasca-bentrokan antarwarga di Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, kini mulai mereda dan terkendali. Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan telah turun langsung ke lapangan untuk menjamin keamanan sekaligus membuka ruang dialog bagi warga yang bertikai.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk memastikan stabilitas tetap terjaga. Sebagai langkah nyata, Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama Wakapolda Malut Brigjen Pol Stephen M. Napiun telah berada di lokasi kejadian.
“Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga situasi tetap kondusif, Wakil Gubernur bersama Wakapolda telah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi, memastikan keamanan masyarakat, serta membuka ruang komunikasi,” ujar Sherly dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
Sherly menekankan bahwa komunikasi terbuka adalah kunci penyelesaian konflik. Ia mendorong keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membangun kembali kepercayaan antarwarga di Desa Sibenpopo dan Desa Banemo.
“Pemerintah hadir untuk memastikan semua pihak merasa didengar, dilindungi, dan mendapatkan ruang yang adil untuk menyampaikan pandangannya,” imbuh Sherly.
Senada dengan hal tersebut, Wakapolda Malut Brigjen Pol Stephen M. Napiun memastikan pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengungkap pelaku pembunuhan yang menjadi pemantik bentrokan tersebut.
“Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA,” tegas Stephen di hadapan warga. Ia juga meminta masyarakat tidak termakan hoaks yang beredar di media sosial
Bentrokan berdarah ini pecah pada Jumat (3/4) pagi. Pemicunya adalah penemuan jasad seorang warga Desa Banemo di area perkebunan wilayah Desa Sibenpopo.
Temuan tersebut memicu kemarahan keluarga korban dan warga Desa Banemo. Aksi massa tak terhindarkan, terjadi saling serang menggunakan senjata tajam. Akibat insiden ini:







