Portalone.net – Pemerintah Indonesia resmi menyepakati pembukaan keran impor untuk sejumlah komoditas pangan dari Amerika Serikat (AS). Kesepakatan ini mencakup impor 1.000 ton beras khusus hingga 580.000 ekor ayam hidup.
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, DC, pada Februari 2026.
Meskipun membuka pintu bagi produk AS, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat strategis dan terukur guna menjaga keseimbangan pasar domestik.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanesto, menjelaskan bahwa volume impor beras yang disepakati hanya sebesar 1.000 ton. Angka ini dinilai sangat kecil jika disandingkan dengan total produksi beras nasional tahun 2025 yang mencapai 34,69 juta ton.
“Volume 1.000 ton itu hanya sekitar 0,00003 persen dari produksi beras kita. Ini bukan beras medium untuk konsumsi massal, melainkan beras klasifikasi khusus yang pasarnya sangat spesifik,” ujar Haryo dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Pemerintah juga mencatat bahwa Indonesia tidak melakukan impor beras dari Amerika Serikat selama lima tahun terakhir, sehingga kesepakatan ini merupakan babak baru dalam hubungan dagang kedua negara.






