Portalone.net – Pemerintah Indonesia mengonfirmasi rencana pengiriman 8.000 prajurit TNI untuk bergabung dalam pasukan perdamaian internasional, International Stabilization Force (ISF), di Gaza, Palestina. Pemberangkatan ribuan personel ini dijadwalkan akan dilakukan secara bertahap mulai dua bulan ke depan atau pada April 2026.
Keputusan besar ini menyusul hasil kesepakatan dalam KTT Dewan Perdamaian di Washington DC beberapa waktu lalu. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengerahan pasukan ini merupakan wujud nyata komitmen kemanusiaan Indonesia dalam menciptakan stabilitas di wilayah konflik tersebut.
“Kita siap mengirimkan hingga 8.000 personel atau lebih jika mandat internasional membutuhkannya. Fokus utama kita adalah perlindungan warga sipil dan memastikan bantuan kemanusiaan sampai tanpa hambatan,” ujar Presiden dalam keterangan resminya.
Dalam struktur komando ISF, Indonesia dilaporkan akan memegang peran strategis sebagai Wakil Komandan Pasukan. Hal ini menempatkan TNI pada posisi kunci dalam pengambilan keputusan lapangan bersama negara-negara kontributor lainnya.
Menteri Luar Negeri menjelaskan bahwa misi ini murni bersifat misi perdamaian dan stabilisasi, bukan misi tempur. Personel yang dikirim terdiri dari berbagai satuan ahli, termasuk satuan Zeni untuk rekonstruksi infrastruktur, tim medis untuk pengoperasian rumah sakit lapangan, serta satuan pengamanan wilayah.
Saat ini, Markas Besar (Mabes) TNI tengah melakukan persiapan intensif di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP). Pelatihan mencakup pemahaman hukum humaniter internasional, prosedur operasi standar di wilayah konflik, hingga koordinasi teknis dengan badan-badan PBB.
Langkah Indonesia ini mendapat perhatian dunia internasional karena dianggap sebagai salah satu pengiriman pasukan perdamaian terbesar dan tercepat yang merespons situasi di Gaza sejak pembentukan ISF.






