Portalone.net – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat membuka peluang investasi besar. Kesepakatan ini mencakup rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing hingga peningkatan impor energi senilai US$ 15 miliar per tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Rosan dalam konferensi pers virtual pada Jumat (20/2/2026), menyusul penandatanganan perjanjian tarif resiprokal sebesar 19 persen oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington DC, Kamis (19/2).
Rosan menjelaskan bahwa kesepakatan ART tidak hanya mengatur penghapusan tarif perdagangan, tetapi juga menyasar sektor strategis yang akan dikelola melalui instrumen investasi nasional, Danantara.
“Ada pembicaraan lanjutan terkait pembelian 50 pesawat oleh Boeing yang nantinya akan kita lanjutkan dengan pihak Boeing,” ujar Rosan. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat konektivitas udara dan ekspansi sektor transportasi nasional.
Selain penerbangan, penguatan ketahanan energi menjadi poin utama dalam implementasi kerja sama bilateral ini. Indonesia berencana meningkatkan impor gas dan minyak mentah (crude oil) dari Amerika Serikat.
“Ada kesempatan untuk melakukan impor gas dan crude oil nilainya sekitar 15 miliar dollar AS per tahunnya,” tambah Rosan. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keseimbangan neraca perdagangan sekaligus memastikan pasokan energi domestik tetap aman.
Dalam pelaksanaannya, Danantara akan bertindak sebagai pengelola investasi strategis. Rosan menyebutkan bahwa sejumlah peluang investasi baru saat ini sudah masuk dalam pipeline Danantara, terutama di sektor minyak, gas, dan industri manufaktur lainnya.
Keterlibatan Danantara diharapkan dapat:






