Indonesia Jajaki Lima Kesepakatan Dagang dengan AS, Respons Tarif Trump

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
  1. Penyesuaian Tarif Impor Produk AS
    Indonesia akan menyesuaikan tarif bea masuk secara selektif untuk sejumlah produk dari AS.

  2. Peningkatan Impor Komoditas Tertentu
    Pemerintah sepakat untuk meningkatkan impor dari AS, khususnya untuk komoditas yang tidak diproduksi di dalam negeri, seperti minyak dan gas bumi (migas), mesin serta peralatan teknologi, hingga produk pertanian.

    Bacaan Lainnya
  3. Reformasi Perpajakan dan Kepabeanan
    Indonesia akan melakukan reformasi kebijakan perpajakan dan sistem kepabeanan guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.

  4. Penyesuaian Langkah Non Tarif
    Pemerintah akan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah kebijakan non-tarif, termasuk kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), kuota impor, deregulasi, serta aturan teknis lintas kementerian dan lembaga.

  5. Penanggulangan Banjir Impor melalui Trade Remedies
    Indonesia akan menerapkan kebijakan pengendalian banjir impor melalui mekanisme trade remedies yang responsif dan cepat.

Sri Mulyani menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, kestabilan makro, dan keberlanjutan fiskal.

Tak hanya fokus pada negosiasi dengan AS, pemerintah juga aktif membuka pasar ekspor baru. Kawasan ASEAN Plus Three (China, Jepang, Korea Selatan), blok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan), serta negara-negara Eropa menjadi target ekspansi pasar produk unggulan nasional. (one)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait