Ketahui Bahaya Konsumsi Minuman Alkohol Berlebihan

Bahaya Konsumsi Alkohol Berlebihan (Foto. Freepik)

Portalone.net, Kesehatan – Minuman Alkohol sebenarnya baik untuk kesehatan, seperti hal nya wine baik untuk ksehatan tubuh. Namun, bukan berarti boleh mengkonsumsi nya berlebihan.

Sama seperti minuman keras dan alkohol lainnya, karena bila di konsumsi secara belerbihan akan beresiko tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Berikut beberapa hal Alkohol yang mempengaruhi tubuh.

1. Kerusakan Jantung

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat melemahkan otot jantung. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu.

Alkohol bisa mengakibatkan kardiomiopati yang ditandai dengan sesak napas, detak jantung tidak teratur (aritmia), kelelahan, dan batuk yang terus menerus. Tak hanya itu, alkohol juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan hipertensi.

2. Peradangan pankreas (pankreatitis)

Terlalu banyak alkohol di dalam tubuh membuat pankreas mengalami penumpukan enzim. Penumpukan enzim berlebih di dalam pankreas ini akhirnya bisa menyebabkan peradangan atau yang disebut dengan pankreatitis.

Pankreatitis akut biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti sakit perut, mual, muntah, detak jantung meningkat, diare, dan demam. Jika dibiarkan dan kebiasaan minum alkohol tidak dihentikan maka bukan tidak mungkin nyawa Anda menjadi terancam.

Baca Juga: Berapa Gelas Kopi Hitam yang Boleh di Minum per Hari?

3. Merusak otak

Alkohol dapat menyebabkan kerusakan otak dengan memperlambat penyaluran informasi antarsaraf. Selain itu, kandungan etanol di dalam minum minuman beralkohol juga dapat menyebabkan kerusakan spesifik pada beberapa area otak.

Akibatnya, Anda akan mengalami serangkaian gejala seperti perubahan perilaku dan suasana hati, kecemasan, hilang ingatan, hingga kejang. Bahkan, orang yang telah ketergantungan alkohol bisa mengalami berbagai komplikasi masalah otak, salah satunya halusinasi.

4. Infeksi paru-paru

Saat Anda sudah kecanduan alkohol, daya tahan tubuh perlahan dapat melemah. Akibatnya beberapa organ tubuh, termasuk paru-paru, akan kesulitan untuk melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Itu sebabnya pecandu alkohol (alkoholisme) lebih rentan terhadap infeksi penyakit pernapasan seperti TBC dan juga pneumonia.

5. Kerusakan hati

Hati berfungsi untuk menyaring racun dan limbah tak terpakai sehingga tidak menumpuk dalam tubuh. Namun, konsumsi minuman keras yang berlebihan dapat memperlambat kerja hati tersebut sehingga menimbulkan gangguan hati.

Sekitar satu dari tiga kasus transplantasi hati di Amerika Serikat berawal dari penyakit hati yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih. Selain itu, sirosis hati karena konsumsi alkohol berlebih menjadi penyebab kematian ke-12 terbanyak di Amerika tahun 2009.

6. Kerusakan ginjal

Efek diuretik pada alkohol dapat meningkatkan jumlah urine yang diproduksi tubuh. Akibatnya, ginjal kesulitan untuk mengatur aliran urin dan cairan tubuh termasuk distribusi ion natrium, kalium, dan klorida ke seluruh tubuh.

Kondisi ini bisa mengganggu keseimbangan elektrolit di dalam tubuh yang menyebabkan Anda mengalami dehidrasi.

7. Gangguan kecemasan

Minum minuman beralkohol mungkin dapat menjadi pelarian untuk membantu seseorang merasa lebih nyaman. Sayangnya efek ini hanya bertahan sebentar. Seperti yang telah disebutkan, efek santai yang muncul setelah minum alkohol cepat menghilang.

Akibatnya, ia akan terus mengandalkan alkohol untuk membantu menutupi rasa cemasnya lalu membuat toleransi alkohol semakin meningkat dan butuh minum lebih banyak lagi agar bisa merasakan efek yang sama. Namun, tanpa disadari efek hangover justru akan membuat gejala kecemasan semakin memburuk.

Baca Juga: Air Minum Murni Bisa Jadi Detoksifikasi Tubuh

8. Muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri

Ketergantungan alkohol dapat mendorong seseorang untuk berperilaku impulsif, sehingga menyebabkan terjadinya tindakan berbahaya seperti melukai diri sendiri bahkan bunuh diri.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait