Netanyahu Siap Ajak Lebanon Negosiasi Langsung Usai Serangan Maut 300 Jiwa

PM Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan resminya terkait pembukaan jalur negosiasi dengan Lebanon di Yerusalem. (AFP/CHAIM GOLDBERG)

Lebanon Perkuat Otoritas Negara

Di sisi lain, Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan pihaknya terus menempuh jalur diplomatik. Ia mengklaim upaya tersebut mulai mendapatkan respons positif dari komunitas internasional.

Sejalan dengan itu, kabinet Lebanon mulai mengambil langkah tegas untuk membatasi ruang gerak Hizbullah. Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menginstruksikan aparat keamanan untuk memastikan hanya institusi negara yang boleh memegang senjata, terutama di wilayah Beirut.

Bacaan Lainnya

“Angkatan bersenjata dan aparat keamanan diminta segera memperkuat penerapan penuh otoritas negara di wilayah Beirut dan memastikan monopoli senjata berada di tangan otoritas yang sah,” tegas Nawaf Salam usai rapat kabinet, dikutip dari AFP.

Presiden Aoun juga mewanti-wanti agar tidak ada konflik internal di tengah tekanan militer Israel. “Saya tidak akan membiarkan konflik internal terjadi. Semua pihak harus percaya pada negara karena tidak ada keselamatan tanpa itu,” katanya.

Baca Juga:  Eskalasi Konflik di Timur Tengah, Mendag Sebut Biaya Logistik Ekspor Mulai Terkerek

Serangan Mematikan Terus Berlanjut

Meski membuka pintu negosiasi, mesin perang Israel belum berhenti. Sebelum pengumuman tersebut, Netanyahu sempat menegaskan akan terus menggempur Hizbullah dengan “kekuatan, presisi, dan determinasi”.

Data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 303 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang luka-luka akibat serangan brutal Israel pada Rabu kemarin. Pemerintah Lebanon pun menetapkan hari Kamis sebagai hari berkabung nasional.

Militer Israel juga mengklaim telah menewaskan Ali Yusuf Harshi, yang disebut sebagai ajudan pemimpin Hizbullah Naim Qassem. Hingga berita ini diturunkan, pihak Hizbullah belum memberikan konfirmasi terkait kabar kematian petingginya tersebut.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *