Portalone.net – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kesiapannya untuk menggelar pembicaraan langsung dengan Lebanon. Pernyataan ini muncul hanya berselang sehari setelah serangan udara paling mematikan Israel ke Lebanon yang menewaskan lebih dari 300 orang.
Langkah mengejutkan ini diambil di tengah memanasnya situasi kawasan, meski Amerika Serikat dan Iran sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Namun, Israel dan AS bersikeras bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan tersebut.
“Menanggapi permintaan berulang dari Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya kemarin telah menginstruksikan kabinet untuk segera memulai pembicaraan tersebut secepat mungkin,” ujar Netanyahu dalam keterangan resmi kantornya, Kamis (9/4/2026).
Netanyahu menegaskan bahwa fokus utama negosiasi tersebut adalah pelucutan senjata milisi Hizbullah. Selain itu, Israel membidik pembentukan hubungan damai permanen dengan tetangganya tersebut.
Beda Tafsir Gencatan Senjata
Situasi di lapangan masih sangat cair. Israel dan AS memandang gencatan senjata dua minggu yang sedang berjalan hanya berlaku untuk konflik langsung antara AS-Israel melawan Iran. Tujuannya, memberi ruang diplomasi untuk mengakhiri perang lima pekan terakhir.
Namun, pandangan berbeda datang dari Teheran. Iran bersama mediator Pakistan menegaskan bahwa Lebanon seharusnya masuk dalam cakupan gencatan senjata. Seruan senada juga datang dari sejumlah pemimpin dunia guna mencegah eskalasi lebih luas.







