Portalone.net – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan terkait konflik yang melibatkan negaranya dengan Iran. Trump terang-terangan mengaku bahwa Washington sempat berupaya menyelundupkan senjata kepada para demonstran di Iran melalui perantara milisi Kurdi.
Pengakuan ini menjadi pembenaran perdana dari mulut Trump mengenai tudingan yang selama ini dilayangkan Teheran, yakni upaya AS “menunggangi” kerusuhan domestik di Iran.
“Kami mengirimkan banyak senjata kepada mereka, kami mengirimkannya melalui pihak Kurdi,” ujar Trump dalam wawancara eksklusif bersama Fox News, Sabtu (4/4/2026).
Meski telah mengirimkan pasokan senjata dalam jumlah besar, Trump meyakini bantuan tersebut tidak pernah sampai ke tangan para demonstran yang menentang rezim Republik Islam Iran. Ia menduga sekutunya itu justru menyimpan senjata tersebut untuk kepentingan sendiri.
“Pihak Kurdi (diduga) justru menyimpan senjata tersebut,” tambah Trump tanpa merinci kelompok Kurdi mana yang ia maksud.
Peran Kurdi dalam Operasi AS
Selama ini, milisi Kurdi dikenal sebagai sekutu setia Negeri Paman Sam di Timur Tengah. Mereka memiliki rekam jejak panjang membantu operasi militer AS di Irak dan Suriah, terutama dalam misi penumpasan kelompok teroris ISIS dan perlawanan terhadap rezim Bashar Al-Assad.
Pasca-serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, keterlibatan Kurdi semakin intens. Sumber dari The Jerusalem Post mengonfirmasi bahwa pasukan Kurdi telah memulai operasi darat di wilayah barat Iran tak lama setelah pecahnya perang.
Persiapan operasi tersebut kabarnya turut melibatkan campur tangan Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Kendati demikian, pihak otoritas Kurdistan melalui Wakil Kepala Staf Perdana Menteri, Aziz Ahmad, membantah laporan pergerakan pasukan ke wilayah Iran tersebut.







