Dampak Penutupan Selat Hormuz
Eskalasi ini merupakan buntut dari serangan udara gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Serangan tersebut menjadi peristiwa paling mematikan dalam sejarah konflik kedua negara, yang menewaskan sedikitnya 1.340 orang.
Salah satu korban tewas dalam serangan tersebut dilaporkan adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kehilangan figur sentral tersebut memicu kemarahan besar di Teheran.
Sebagai bentuk aksi balasan, Iran memilih untuk menutup total jalur pelayaran di Selat Hormuz. Langkah ini berdampak instan pada stabilitas ekonomi global:
-
Pasokan Minyak: Selat Hormuz merupakan urat nadi perdagangan minyak dunia bagi negara-negara Teluk.
-
Harga Energi: Penutupan jalur ini menyebabkan lonjakan harga minyak dunia secara signifikan, memicu kekhawatiran krisis energi di berbagai negara.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau pergerakan militer di kawasan tersebut seiring dengan berakhirnya hitung mundur 48 jam yang ditetapkan oleh Gedung Putih.







