Portalone.net – Ketegangan di kawasan Teluk mencapai titik didih setelah pemerintah Iran secara resmi merespons ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Teheran memperingatkan Washington bahwa konfrontasi militer lebih lanjut hanya akan memicu bencana besar bagi pasukan AS di Timur Tengah.
Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, memberikan peringatan keras kepada Trump terkait ancaman serangan terhadap fasilitas nuklir maupun desakan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
“Pintu neraka akan terbuka untukmu,” ujar Aliabadi sebagaimana dikutip dari CNN, Minggu (5/4/2026).
Ancaman “Rawa” bagi AS
Senada dengan Aliabadi, Juru Bicara Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas tekanan ekonomi maupun militer yang dilancarkan AS. Ia menyebut ambisi AS untuk menundukkan Iran hanya akan berakhir dengan kegagalan.
“Jangan lupa: jika permusuhan meluas, seluruh wilayah akan menjadi neraka bagi kalian. Ilusi mengalahkan Republik Islam Iran telah berubah menjadi rawa yang akan menelan kalian,” tegas Zolfaghari.
Pernyataan ini muncul sebagai jawaban atas gertakan Donald Trump yang memberikan tenggat waktu 48 jam bagi Iran untuk membuka blokade di Selat Hormuz. Jika tidak dipenuhi, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran.
“Waktu hampir habis 48 jam sebelum neraka menimpa mereka,” ancam Trump sebelumnya.







