Ogah Terseret Konflik Iran, Prancis-Italia-Spanyol Kompak Blokir Militer AS!

Ilustrasi Dua negara sekutu Amerika Serikat makin lantang menolak ikut-ikutan terseret perang melawan Iran. (Foto created by AI/Portalone.net)

Portalone.net – Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat sejumlah negara sekutu mulai ambil ancang-ancang untuk cuci tangan. Tiga negara besar Eropa – Prancis, Italia, dan Spanyol secara tegas menyatakan enggan terseret lebih jauh dan menolak memberikan bantuan logistik maupun akses wilayah bagi militer AS dan Israel.

Prancis menjadi negara pertama yang mengambil langkah berani. Melansir Reuters, Paris dikabarkan tidak mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk mengangkut persenjataan AS yang ditujukan guna menggempur Iran.

Bacaan Lainnya

Langkah ini disebut-sebut sebagai penolakan paling nyata dari Prancis sejak Presiden Donald Trump gencar mendesak sekutu NATO untuk pasang badan melawan serangan balasan Iran. Meski begitu, hingga kini pihak Istana Elysee maupun Kementerian Luar Negeri Prancis masih bungkam dan belum memberikan konfirmasi resmi.

Baca Juga:  Trump Tolak Minta Maaf Atas Video Rasis Terkait Obama, Salahkan Kelalaian Staf

Italia Usir Pesawat Militer AS dari Sisilia

Tak hanya Prancis, Italia juga menunjukkan sikap serupa. Pemerintah Italia dilaporkan melarang pesawat militer AS yang tengah menuju Timur Tengah untuk mendarat di pangkalan militer Sigonella, Sisilia.

Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, menolak permintaan tersebut justru saat pesawat-pesawat AS sudah berada di udara. Berdasarkan laporan lembaga penyiaran RAI, pihak militer AS dianggap melompati prosedur diplomatik.

“Tidak ada permintaan izin atau konsultasi dengan pimpinan militer Italia,” bunyi laporan RAI, dikutip Rabu (1/4/2026).

Pihak Italia menegaskan bahwa penerbangan tersebut bukan merupakan aktivitas logistik biasa yang tercakup dalam perjanjian kerja sama militer kedua negara, sehingga izin mendarat dicabut seketika.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *