Israel Sebut Rencana Operasi Lawan Iran Hanya Tersisa 3 Pekan, Sejauh Mana Eskalasinya?

Kobaran api dan asap selama serangan Israel di Gaza. (Foto: Reuters/MOHAMMED SALEM)

Hingga saat ini, Israel telah memobilisasi lebih dari 110.000 pasukan cadangan dan mengeklaim masih memiliki ribuan target potensial di dalam wilayah Iran yang siap dihantam.

Di pihak lain, Teheran menunjukkan sikap keras. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pihaknya tidak berencana mengajukan gencatan senjata.

Araghchi juga menegaskan tidak ada pertukaran pesan atau jalur diplomasi yang dibuka dengan Amerika Serikat terkait konflik ini.

“Teheran tidak meminta gencatan senjata maupun melakukan pertukaran pesan dengan AS,” lapor kantor berita semi-resmi Iran, Student News Network.

Konflik yang kini memasuki pekan ketiga ini mulai memberikan dampak nyata pada ekonomi global. Salah satu titik paling krusial adalah terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sebagai informasi, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati jalur ini. Gangguan tersebut telah memicu kenaikan harga minyak mentah dan meningkatkan kekhawatiran akan lonjakan inflasi global.

Menanggapi situasi ini, Presiden AS Donald Trump pada Minggu menyerukan pembentukan koalisi internasional untuk menjamin keamanan jalur pelayaran vital tersebut.

Trump bahkan memberikan peringatan keras kepada anggota NATO. Ia menyebut aliansi tersebut akan menghadapi masa depan yang “sangat buruk” jika tidak memberikan dukungan penuh kepada Washington dalam krisis ini.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *