Portalone.net – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru saja terpilih, Mojtaba Khamenei, dikabarkan selamat dari dua upaya serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel dalam waktu yang berdekatan.
Serangan tersebut menyasar dua lokasi berbeda, yakni kediaman ayahnya sekaligus pemimpin pendahulu, Ali Khamenei, serta sebuah fasilitas kesehatan.
Anggota parlemen Iran, Mohammadreza Rezaei Kouchi, mengonfirmasi bahwa Mojtaba berada di rumah Ali Khamenei saat serangan pertama terjadi. Meski lokasi tersebut menjadi target utama, Mojtaba dilaporkan berhasil selamat tanpa cedera fatal.
“Namun, dia lolos dari pembunuhan tersebut,” ujar Rezaei dalam laporan media pemerintah Iran, IRNA, sebagaimana dikutip dari Iran International, Jumat (13/3/2026).
Tak berhenti di situ, upaya serangan kedua yang diduga dilancarkan oleh koalisi AS-Israel juga menargetkan sebuah rumah sakit tempat Mojtaba tengah menjalani perawatan. Kendati demikian, laporan menyebutkan bahwa kedua negara tersebut kembali gagal mencapai tujuan operasi mereka.
Sebelumnya, kondisi kesehatan Mojtaba sempat menjadi teka-teki. Media pemerintah televisi Iran melaporkan bahwa ia “terluka dalam perang Ramadhan,” meski tidak merinci secara spesifik jenis luka yang diderita.
Informasi ini diperkuat oleh laporan The New York Times yang mengutip pernyataan dari tiga pejabat Iran. Bahkan, Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan dugaan bahwa Mojtaba terluka dalam serangan yang terjadi pada 28 Februari lalu.
Yousef Pezeshkian, putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang juga menjabat sebagai penasihat pemerintah, memberikan klarifikasi terkait kondisi sang pemimpin baru.
“Saya mendengar kabar Bapak Mojtaba Khamenei terluka. Saya sudah bertanya kepada beberapa rekan yang memahami masalah tersebut. Mereka mengatakan kepada saya, syukur kepada Tuhan, dia selamat dan sehat,” ujar Yousef dalam keterangannya kepada AFP.
Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei baru saja resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara dalam sidang Majelis Ahli (Assembly of Experts) pada awal pekan ini.
Naiknya Mojtaba ke puncak kekuasaan Iran terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, menyusul operasi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.







