Portalone.net – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan untuk kembali melancarkan serangan ke Pulau Kharg, pusat ekspor minyak vital milik Iran.
Pernyataan ini muncul hanya berselang sehari setelah militer AS menggempur fasilitas militer di pulau tersebut. Dalam wawancara dengan NBC News, Trump mengklaim bahwa serangan udara sebelumnya telah berhasil menghancurkan sebagian besar target militer di sana.
Bahkan, dengan gaya bicaranya yang lugas, Trump menyebut serangan tambahan bisa saja dilakukan tanpa alasan strategis yang mendesak.
“Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang,” ujar Trump, sebagaimana dikutip dari NBC News, Minggu (15/3/2026).
Sebelumnya, pada Sabtu (14/3/2026), AS melancarkan serangan udara besar-besaran yang menyasar markas militer Iran di Pulau Kharg, yang terletak di dekat Selat Hormuz. Trump mengumumkan operasi tersebut melalui media sosial Truth Social.
Ia mendeskripsikan serangan itu sebagai salah satu operasi militer paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah.
“Komando Pusat AS telah melancarkan salah satu serangan udara terkuat… dan menghancurkan habis-habisan setiap sasaran militer di ‘permata mahkota’ Iran, Pulau Kharg,” tulis Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa dalam gelombang serangan pertama tersebut, AS sengaja menghindari infrastruktur minyak. Namun, ia memberi peringatan keras bahwa kebijakan itu bisa berubah sewaktu-waktu.
Pulau Kharg merupakan titik nadi ekonomi Teheran. Sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dimuat dari pelabuhan di pulau ini.
Trump mengancam akan menghancurkan instalasi minyak tersebut jika Iran atau sekutunya mencoba mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Jalur air ini sangat krusial karena menyalurkan sekitar seperlima dari total perdagangan minyak dunia.
“Jika Iran melakukan tindakan apa pun yang mengganggu kebebasan dan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini (untuk tidak mengebom fasilitas minyak),” tambah Trump.
Di sisi lain, Trump mengakui adanya sinyal dari pihak Teheran untuk melakukan negosiasi guna mengakhiri ketegangan. Namun, ia menilai tawaran yang ada saat ini belum memenuhi standar Amerika Serikat.
“Pihak Iran tampak siap membuat kesepakatan, tetapi persyaratannya belum cukup baik,” katanya.
Langkah militer AS di Pulau Kharg ini diduga bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan Iran dalam meluncurkan rudal ke kapal-kapal komersial. Washington meyakini bahwa Teheran menggunakan fasilitas di pulau tersebut sebagai basis untuk mengganggu keamanan navigasi di kawasan Teluk.
Para pakar memperingatkan bahwa jika eskalasi ini terus berlanjut hingga menyentuh infrastruktur energi, pasar energi global dipastikan akan mengalami guncangan hebat.







