Pengamat hubungan internasional menyebut kebijakan Trump kali ini lebih “transaksional dan cepat”. Berbeda dengan periode pertamanya, kali ini Trump tampak lebih berani mengambil risiko militer langsung jika kepentingan ekonomi atau keamanan AS dianggap terganggu.
“Trump ingin menunjukkan bahwa ‘America First’ berarti AS akan memukul duluan jika merasa terancam, tanpa harus terlibat dalam pendudukan jangka panjang,” ujar seorang analis dari Council on Foreign Relations.






