Portalone.net – Genap satu tahun sejak kembali menduduki Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan arah kebijakan luar negeri yang agresif. Meski kampanye awalnya menjanjikan penghentian “perang tanpa akhir”, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan lembaga riset keamanan internasional per Maret 2026, tercatat setidaknya tujuh negara yang menjadi target serangan udara maupun operasi militer khusus Amerika Serikat dalam 12 bulan terakhir.
Berikut daftar tujuh negara tersebut beserta latar belakang operasinya:
1. Iran: Eskalasi Terbesar di Timur Tengah
Iran menduduki urutan pertama setelah serangan besar-besaran pada 28 Februari 2026. Operasi yang melibatkan jet tempur siluman F-35 ini menyasar fasilitas pengayaan uranium dan pangkalan rudal di pinggiran Teheran. Trump menyebut langkah ini sebagai “tindakan preventif” untuk menghentikan ambisi nuklir Iran.
2. Venezuela: Operasi Penangkapan Maduro
Secara mengejutkan, pada awal Januari 2026, AS meluncurkan “Operasi Resolusi Mutlak”. Pasukan khusus AS melakukan serangan kilat di Caracas yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Washington menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba internasional dan penindasan demokrasi.
3. Yaman: Pengamanan Jalur Laut Merah
Melalui misi bertajuk Operation Rough Rider, militer AS terus menggempur titik-titik peluncuran rudal kelompok Houthi. Serangan ini dimaksudkan untuk menjamin keamanan kapal-kapal tanker di Laut Merah yang menjadi urat nadi perdagangan dunia.
4. Irak: Pembersihan Milisi
Irak tetap menjadi medan tempur bagi AS untuk melumpuhkan milisi-milisi yang didukung oleh kekuatan regional. Serangan udara dilaporkan terjadi di wilayah Anbar, menyasar gudang senjata dan pusat komando yang dianggap mengancam pangkalan militer AS di wilayah tersebut.
5. Suriah: Operasi Kontra-Terorisme
Di Suriah timur, AS tetap mempertahankan kehadiran militernya dengan melakukan serangan presisi terhadap sel-sel tidur ISIS. Trump menginstruksikan penghancuran total sisa-sisa kekuatan ekstremis guna mencegah kebangkitan kembali kelompok radikal di perbatasan.
6. Somalia: Perburuan Al-Shabaab
Pemerintahan Trump memberikan otoritas lebih luas kepada Komando Afrika AS (AFRICOM) untuk meningkatkan intensitas serangan drone. Fokusnya adalah melumpuhkan kepemimpinan kelompok Al-Shabaab yang berafiliasi dengan Al-Qaeda di wilayah Tanduk Afrika.
7. Nigeria: Target Baru di Afrika Barat
Negara ketujuh dalam daftar ini adalah Nigeria. Pasukan khusus AS dilaporkan terlibat dalam operasi terbatas untuk membantu militer setempat dalam menumpas kelompok militan yang berbaiat kepada ISIS. Ini menandai pergeseran fokus militer AS ke wilayah Afrika Barat yang semakin tidak stabil.






