Portalone.net – Situasi di Timur Tengah berada di ambang perang terbuka setelah militer Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke jantung ibu kota Iran, Teheran, pada awal Maret 2026.
Serangan yang dikabarkan mendapat dukungan dari Amerika Serikat ini menyasar pusat-pusat kekuasaan tertinggi di Republik Islam tersebut.
Fasilitas Pemerintahan Menjadi Target Utama
Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa ledakan dahsyat mengguncang kompleks pemerintahan di Teheran. Dua titik krusial yang dipastikan terkena dampak paling parah adalah:
- Kantor Kepresidenan Iran: Bangunan simbol kekuasaan eksekutif ini dilaporkan hancur akibat gempuran bom udara.
- Gedung Dewan Keamanan Nasional: Fasilitas strategis yang menjadi pusat pengambilan keputusan militer dan intelijen Iran turut menjadi sasaran utama.
Selain pusat pemerintahan, beberapa fasilitas strategis lainnya, termasuk area di sekitar Universitas Teheran dan kompleks nuklir Natanz, dilaporkan juga mengalami kerusakan serius.
Kabar paling mengejutkan datang dari pihak otoritas Iran yang mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia dalam serangan tersebut.
Khamenei dikabarkan berada di kediamannya saat puluhan bom menghantam kompleks tersebut pada Sabtu malam. Media pemerintah Iran, Tasnim, menyebutkan bahwa beliau wafat dalam kondisi “syahid”. Kabar duka ini semakin meluas setelah istri beliau, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, serta beberapa anggota keluarga lainnya dilaporkan turut menjadi korban jiwa.






