Ironisnya, Guadalajara merupakan wilayah yang secara historis menjadi basis operasi Kartel Jalisco. Hal inilah yang memicu kekhawatiran internasional mengenai potensi gangguan selama turnamen berlangsung.
Respons Pemerintah Meksiko
Pemerintah Meksiko bergerak cepat untuk meredam kekhawatiran publik. Menteri Luar Negeri Meksiko menegaskan bahwa operasional Piala Dunia akan berada di bawah payung pengamanan khusus yang melibatkan militer dan kepolisian federal.
“Kami telah membuktikan kemampuan kami dalam menyelenggarakan acara internasional besar. Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung yang aman dan meriah bagi dunia,” ungkap otoritas keamanan Meksiko.
Analisis Risiko dan Tantangan
Meski FIFA optimis, para pengamat keamanan internasional mengingatkan adanya beberapa tantangan nyata:
1. Stabilitas Wilayah: Konflik antar-kartel yang fluktuatif dapat memengaruhi aksesibilitas antar-kota.
2. Logistik Suporter: Ratusan ribu pendatang asing memerlukan perlindungan ekstra saat bermobilisasi di luar area stadion.
3. Citra Negara: Pemerintah Meksiko menjadikan ajang ini sebagai misi diplomatik untuk menunjukkan bahwa mereka mampu mengendalikan situasi internal.
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi perdana yang diikuti oleh 48 tim dan diselenggarakan di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sejarah Panjang Meksiko sebagai Tuan Rumah
Keyakinan FIFA juga didasari oleh rekam jejak Meksiko yang pernah sukses menggelar Piala Dunia sebanyak dua kali sebelumnya, yakni pada tahun 1970 dan 1986. Pengalaman historis ini dianggap menjadi modal kuat bagi Meksiko untuk mengatasi kompleksitas pengamanan di era modern.
FIFA berjanji akan terus melakukan inspeksi berkala terhadap infrastruktur dan protokol keamanan di ketiga kota penyelenggara hingga hari pembukaan tiba.






