Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Ada tiga poin krusial yang patut disoroti dalam beberapa bulan ke depan:
-
Investigasi Section 301: Trump memerintahkan penyelidikan baru terhadap praktik perdagangan negara-negara yang belum sepakat dengan AS. Ini bisa menjadi celah untuk tarif permanen.
-
Drama Pengembalian Dana (Refund): Menyusul pembatalan tarif oleh Mahkamah Agung, pemerintah AS kini menghadapi potensi tuntutan pengembalian dana (refund) sebesar 175 miliar dollar AS kepada para importir yang terdampak tahun lalu.
-
Batas 150 Hari: Mengingat tarif Section 122 bersifat sementara, publik kini menunggu apakah Trump mampu melobi Kongres untuk menjadikannya undang-undang permanen.
Situasi ini diprediksi akan terus bergejolak hingga pertengahan tahun, sembari negara-negara mitra dagang AS lainnya berebut untuk mendapatkan kesepakatan serupa seperti yang diraih Indonesia.






