-
Krisis Ekonomi: Nilai tukar mata uang Rial yang terus merosot tajam mengakibatkan harga kebutuhan pokok melonjak di luar kendali.
-
Tindakan Represif: Publik masih terluka akibat tindakan keras pada Januari 2026 yang menelan ribuan korban jiwa. Lembaga hak asasi manusia internasional memperkirakan angka kematian mencapai 7.000 orang, meski pemerintah Iran merilis angka yang jauh lebih rendah.
Di sisi lain, Iran juga tengah menghadapi tekanan diplomatik hebat dari komunitas internasional terkait program nuklirnya, yang mempersempit ruang gerak ekonomi negara tersebut melalui sanksi-sanksi baru.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran melalui media pemerintah belum memberikan pernyataan resmi terkait gelombang protes terbaru ini. Namun, akses internet di beberapa wilayah universitas dilaporkan mengalami gangguan atau throttling, taktik yang sering digunakan otoritas Iran untuk menghambat koordinasi demonstran.
Dunia internasional kini tengah memantau apakah aksi mahasiswa ini akan meluas menjadi pemberontakan sipil yang lebih besar, atau kembali diredam oleh kekuatan militer seperti bulan lalu.






