Trump Klaim Maduro Ditangkap, Harga Minyak Belum Diprediksi Melonjak

Trump Klaim Maduro Ditangkap, Pasar Energi Pantau Dampak ke Harga Minyak.

Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi militer dini hari di Caracas dan menerbangkannya ke New York untuk menghadapi dakwaan pidana di AS. Langkah yang memicu kecaman internasional itu langsung mengangkat kembali kekhawatiran pasar energi, namun sejumlah analis menilai dampaknya ke harga minyak global cenderung terbatas dalam jangka pendek.

Menurut laporan Associated Press, Maduro dan istrinya Cilia Flores diekstraksi dari lokasi yang disebut sebagai kompleks militer di ibu kota Caracas, setelah AS melancarkan serangan skala besar. Trump kemudian menyebut Washington akan “menjalankan” Venezuela untuk sementara waktu dan menyinggung rencana memperbaiki infrastruktur migas negara tersebut.

Bacaan Lainnya

Di Venezuela, Mahkamah Agung negara itu memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez menjadi presiden sementara untuk menjaga kelangsungan pemerintahan di tengah “ketidakhadiran paksa” Maduro.

Baca Juga:  Trump Desak Relokasi Palestina, Ketegangan di Gaza Meningkat

Respons pasar: risiko geopolitik ada, tetapi fundamental masih dominan

Mengutip analis Global Risk Management, Arne Lohmann Rasmussen, harga minyak diperkirakan tidak akan melonjak dalam waktu dekat karena konflik terjadi saat pasar minyak global berada dalam kondisi kelebihan pasokan dan permintaan relatif lemah.

Pergerakan harga pada awal tahun juga mencerminkan sentimen hati-hati. Sejumlah laporan pasar mencatat Brent dan WTI bergerak terbatas di kisaran sekitar US$60–61 per barel (Brent) dan US$57–58 per barel (WTI) pada perdagangan awal 2026.

Kenapa dampaknya dinilai terbatas?

Sejumlah pelaku pasar menilai gangguan pasokan global dari Venezuela saat ini tidak sebesar masa lalu. Reuters mencatat produksi Venezuela rata-rata sekitar 1,1 juta barel per hari (sekitar 1% produksi global) dan pemulihan produksi besar-besaran bahkan jika ada dukungan investasi AS diperkirakan butuh 5–7 tahun dengan banyak prasyarat politik, hukum, keamanan, dan pencabutan sanksi.

Dari sisi kebijakan pasokan global, OPEC+ pada 4 Januari memutuskan menjaga level produksi di tengah kekhawatiran pasar tentang surplus pasokan setelah penurunan harga tajam pada 2025. Keputusan ini ikut menahan potensi lonjakan harga akibat eskalasi geopolitik Venezuela.

Baca Juga:  Kerugian Rp810 Triliun, Kebakaran Hutan LA Catat Rekor Baru

Meski reaksi awal terbatas, pelaku pasar tetap memantau potensi dampak lanjutan, mulai dari risiko gangguan pengapalan minyak Venezuela, perubahan sanksi, hingga kemungkinan respons politik dan keamanan di kawasan.

Dalam jangka menengah, proyeksi lembaga energi AS juga masih melihat tekanan turun dari kenaikan persediaan global, yang dapat membatasi reli harga.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments