MTV adalah aktor utama dalam membangun mediascape global. Ke mana pun MTV pergi, ia membawa gaya hidup global: fesyen Amerika, bahasa Inggris pop, gaya pergaulan urban. Tapi di tiap negara, MTV juga beradaptasi – lahirlah MTV India, MTV Asia, MTV Latin America gabungan antara tren global dan budaya lokal. Di sinilah lahir gaya hibrid misalnya K-Pop, yang memadukan gaya MTV dengan estetika Korea.
Dalam perjalanannya sebagai bagian dari globalisasi, MTV memperlihatkan tubuh glamor, tubuh ideal, tubuh pemberontak. Melalui Madonna, body positivity dan eksplorasi seksualitas ikut muncul. Melalui rock dan hip-hop, tubuh maskulin tampil dominan. MTV membentuk standar kecantikan dan gaya tampil generasi muda.
Sebagai penanda zaman, MTV mencatat perubahan representasi tubuh: dari hiperrealitas glamor 1980-an, grunge yang lusuh pada 1990-an, hingga tubuh digital dan filter visual era 2000-an. Meski sering dipandang sebagai alat kapitalisme global, MTV juga menyediakan ruang bagi ekspresi counterculture. MTV bukan cuma pesta pop tapi juga memberi tempat bagi kultur pinggiran: hip-hop, punk, grunge.
Ketika YouTube muncul, orang tak lagi menunggu video musik dari televisi. Mereka bisa menontonnya kapan saja. TikTok menambah perubahan dengan musik yang dipotong-potong, dibuat ulang, dijadikan tren. Spotify menjadi standar konsumsi musik. MTV tiba-tiba terasa lambat.
Walaupun MTV tidak lagi mendominasi media seperti pada masa jayanya, warisannya terasa pada era digital. Budaya video pendek menjadi suatu bentuk selebrasi identitas visual dan gaya hidup. Hal itu juga yang akhirnya menjadi budaya fandom global dan komersialisasi diri. Diakui atau tidak, kehadiran MTV dapat dianggap sebagai jembatan dari media televisi ke budaya digital berbasis algoritma saat ini.
Sebagai artefak budaya, MTV merepresentasikan perjalanan masyarakat dari modernitas menuju postmodernitas dan era digital yang terfragmentasi. Melalui MTV, kita bisa memahami perubahan besar di dunia mulai dari musik, mode, identitas, hingga cara kita menjadi diri sendiri. Walau kini perannya berkurang, MTV tetap menjadi simbol suatu era ketika televisi dan musik bersatu menciptakan dunia baru.
*) Oleh : Dhahana Adi Pungkas, Akademisi, Pemerhati Sejarah dan Budaya Populer.

