Portalone.net – Harga emas dunia diprediksi akan memasuki tren penguatan tajam atau bullish jika eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran benar-benar pecah menjadi konfrontasi militer terbuka.
Sebagai aset aman atau safe haven, emas kembali menjadi primadona para investor di tengah meningkatnya risiko geopolitik global pada awal tahun 2026 ini.
Berikut adalah rangkuman analisis tren harga emas dari berbagai sumber otoritas keuangan:
Ketegangan di Timur Tengah secara historis selalu menjadi katalisator bagi kenaikan harga logam mulia. Analis pasar komoditas memperkirakan, jika serangan militer terjadi, harga emas spot dapat segera menguji level psikologis baru.
Berdasarkan laporan Bloomberg, emas berpotensi melonjak hingga 15 persen hanya dalam hitungan minggu pasca-pecahnya konflik. Mengingat harga emas pada akhir Februari 2026 ini sudah bertengger di kisaran US$ 5.104 per troy ons, bukan tidak mungkin harga akan terbang menuju angka US$ 5.800 hingga US$ 6.000.






