COIN Terkoreksi Tajam Setelah Hashim Jadi Pemegang Saham, Pengaruh atau Profit Taking?

Hashim Djojohadikusumo, pendiri Arsari Group.

Portalone.net – Harga saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (kode: COIN) terkoreksi tajam setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam setahun di Rp4.800 per saham. Dalam sejumlah sesi perdagangan awal Januari 2026, COIN bergerak turun ke area Rp3.000-an, dengan rentang intraday sempat terlihat di kisaran Rp3.230–Rp3.520.

Koreksi ini terjadi setelah kabar PT Arsari Nusa Investama, entitas investasi yang terafiliasi dengan Arsari Group milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo, resmi menjadi salah satu pemegang saham COIN. Sejumlah pemberitaan mencatat bahwa detail besaran kepemilikan saham Arsari di COIN belum dirinci ke publik.

Bacaan Lainnya

Pada Rabu, 10 Desember 2025, saat kabar masuknya Arsari/Hashim ramai diberitakan, saham COIN justru ditutup melemah di antaranya dilaporkan turun Rp520 (11,28%) ke Rp4.090.

Memasuki Januari 2026, data perdagangan menunjukkan COIN kembali berada di bawah level tersebut. Pada 10 Januari 2026, COIN tercatat diperdagangkan di Rp3.330, sementara data 52-minggu menunjukkan rentang Rp135–Rp4.800.

Baca Juga:  IHSG Naik ke 8.388, Saham BMRI dan ANTM Jadi Incaran Investor Hari Ini

Sejumlah pelaku pasar menilai pelemahan COIN lebih mencerminkan dinamika aksi ambil untung (profit taking) setelah reli panjang, ketimbang semata-mata reaksi positif dari masuknya pemegang saham baru.

Beberapa faktor yang umum dibaca pasar dalam situasi seperti ini:

  1. “Sell the news” setelah reli ekstrem
    Ketika saham sudah naik tinggi, kabar besar (termasuk masuknya investor strategis) kadang justru menjadi momen pelaku pasar merealisasikan keuntungan. Pergerakan yang sebelumnya euforia membuat koreksi lebih mudah terjadi saat sentimen berubah.

  2. Volatilitas tinggi dan likuiditas yang ramai memicu ayunan harga
    Perdagangan saham COIN sempat menunjukkan fluktuasi harian yang lebar. Dalam snapshot awal Januari, COIN sempat dibuka di Rp3.500 dan menyentuh terendah Rp3.230 pada hari yang sama menggambarkan kuatnya tarik-menarik antara pembeli dan penjual.

  3. Ketidakpastian detail transaksi/struktur kepemilikan
    Pemberitaan menyebut Arsari resmi menjadi pemegang saham, namun besaran kepemilikan tidak dirinci dalam pengumuman yang diberitakan. Dalam kasus seperti ini, pasar kerap menunggu kejelasan: apakah investor baru masuk sebagai pemegang minoritas, strategis, atau melalui skema yang berdampak langsung ke bisnis.

Arsari Group melalui PT Arsari Nusa Investama disebut masuk sebagai pemegang saham COIN dan menyatakan investasi tersebut sebagai dukungan terhadap transformasi digital.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments